
Beberapa waktu lalu saya duduk sendirian di sebuah espresso store sambil bekerja. Tidak lama kemudian saya melihat seseorang berdiri dari mejanya, berjalan ke rest room, dan meninggalkan laptopnya begitu saja dalam keadaan terbuka. Charger masih terpasang. Minumannya belum habis. Tasnya juga masih di kursi.
Lucunya, pemandangan seperti itu sekarang terasa biasa.
Kalau dipikir-pikir, cukup menarik juga. Di banyak tempat lain, meninggalkan barang berharga tanpa pengawasan mungkin terasa sangat berisiko. Namun di espresso store, terutama yang sering dipakai untuk WFC, banyak orang melakukannya dengan cukup tenang. Kadang hanya bilang ke meja sebelah, “mas, titip sebentar ya,” lalu pergi beberapa menit tanpa terlalu khawatir.
Saya jadi bertanya-tanya. Apakah espresso store sekarang memang terasa lebih aman, atau sebenarnya kita hanya mulai terbiasa dengan kebiasaan itu?
Espresso Store Sekarang Tidak Lagi Sekadar Tempat Nongkrong

Dulu orang datang ke cafe principally untuk makan, ngobrol, atau sekadar minum kopi. Sekarang suasananya berbeda. Banyak espresso store berubah menjadi ruang kerja kecil untuk orang-orang yang membawa laptop computer, mengerjakan revisi, assembly on-line, atau mencari suasana baru di luar rumah.
Akhirnya muncul kebiasaan-kebiasaan baru yang sebelumnya jarang terlihat. Orang duduk berjam-jam sambil bekerja, saling berbagi colokan, bahkan meninggalkan barang sebentar saat ke rest room atau memesan minuman lagi.
Tanpa sadar, espresso store trendy mulai terasa seperti shared workspace sementara, meski sebenarnya tetap ruang publik.
Ada Rasa Belief yang Terbentuk di Ruang Seperti Ini
Ketika hampir semua orang di ruangan sama-sama membuka laptop computer dan sibuk dengan pekerjaannya sendiri, suasananya jadi terasa berbeda. Orang-orang terlihat fokus dengan urusan masing-masing. Ada yang memakai headset, ada yang mengetik sejak siang, ada yang assembly pelan sambil melihat layar.
Situasi seperti ini pelan-pelan membentuk rasa belief kecil yang cukup menarik. Kita melihat orang lain bekerja dengan tenang, lalu merasa kemungkinan barang kita diambil juga lebih kecil.
Belum lagi banyak espresso store memang punya atmosphere yang membuat tempat terasa lebih aman. Ruangannya terang, meja saling terlihat, barista selalu standby, dan pengunjung datang silih berganti. Semua itu menciptakan rasa bahwa tempat tersebut “cukup aman” untuk meninggalkan laptop computer sebentar.
Padahal tetap saja, itu barang mahal.
Aman Bukan Berarti Tanpa Risiko

Mungkin karena kebiasaan ini semakin umum, banyak orang jadi terlalu nyaman. Kadang muncul pikiran seperti:
“ah cuma sebentar.”
Atau:
“di sini aman kok.”
Padahal situasi setiap tempat berbeda. Tidak semua espresso store punya lingkungan yang sama. Tidak semua pengunjung juga punya consciousness yang sama.
Meninggalkan laptop computer sebentar untuk ke rest room memang masih cukup wajar, apalagi kalau hanya beberapa menit. Namun rasa nyaman tetap perlu dibarengi sense dan kehati-hatian.
Jangan Tinggalkan Semua Barang Sekaligus
Kalau saya pribadi, saya lebih nyaman meninggalkan laptop computer sebentar daripada meninggalkan semuanya sekaligus. Barang penting seperti handphone, dompet, atau tas kecil biasanya tetap saya bawa.
Selain lebih aman, meja juga tetap terlihat sedang dipakai, bukan seperti meja kosong yang ditinggal terlalu lama.
Banyak orang sekarang juga melakukan hal serupa. Ada yang meninggalkan charger, botol minum, atau pocket book sebagai penanda bahwa mereka akan kembali sebentar lagi. Hal-hal kecil seperti ini sebenarnya sudah cukup umum di tradition WFC sekarang.
Peka dengan Durasi dan Situasi

Yang juga penting adalah tahu batas.
Kalau hanya ke rest room atau memesan minuman lagi selama beberapa menit, biasanya masih cukup regular. Namun kalau pergi terlalu lama sementara laptop computer tetap terbuka di meja, orang sekitar juga bisa mulai bingung.
Apalagi ketika cafe sedang ramai dan banyak orang mencari tempat duduk. Jangan sampai meja terlihat seperti “dibooking” terlalu lama hanya karena ada laptop computer yang ditinggal.
Kadang ada juga orang yang pergi keluar cafe cukup lama lalu kembali seolah mejanya otomatis aman dan tidak boleh dipakai siapa pun. Menurut saya, itu sudah berbeda cerita.
Menitipkan Laptop computer ke Orang Lain Juga Punya Adab

Saya cukup sering melihat orang berkata ke meja sebelah:
“titip laptop computer sebentar ya.”
Menariknya, kebanyakan orang biasanya mau membantu. Ada semacam solidaritas kecil sesama orang yang sedang laptopan di espresso store.
Namun tetap ada batas tidak tertulis di situ. Titip sebentar masih wajar. Tetapi jangan sampai terlalu lama atau membuat orang lain merasa ikut bertanggung jawab menjaga barang kita.
Karena pada akhirnya, orang lain membantu karena sopan, bukan karena benar-benar ingin menjaga laptop computer asing selama setengah jam.
Espresso Store Fashionable Membuat Orang Merasa Punya Ruang

Semakin dipikir, mungkin ini alasan kenapa banyak orang cukup nyaman meninggalkan laptop computer di espresso store. Tempat-tempat seperti ini sekarang tidak lagi terasa seperti ruang publik biasa. Ada atmosphere yang tenang, ritme yang lebih pelan, dan banyak orang yang sama-sama datang untuk bekerja atau mencari suasana nyaman.
Akhirnya muncul rasa bahwa kita sedang berada di ruang bersama yang “sementara aman.”
Meski begitu, rasa nyaman tetap perlu dibarengi kesadaran bahwa barang pribadi tetap tanggung jawab kita sendiri. Seaman apa pun suasana sebuah tempat, risiko tetap ada.
Pada Akhirnya, Ini Soal Sense dan Kesadaran
Saya tidak merasa meninggalkan laptop computer sebentar di espresso store adalah sesuatu yang aneh. Banyak orang melakukannya, dan sejauh ini kebiasaan seperti itu justru membuat espresso store terasa lebih hidup sebagai ruang bersama. Namun yang penting tetap tahu batas dan membaca situasi. Jangan terlalu paranoid sampai tidak bisa tenang bekerja, tetapi jangan juga terlalu merasa aman hanya karena suasananya nyaman.
Karena kadang, yang membuat sebuah tempat terasa aman bukan cuma tempatnya, tetapi juga orang-orang di dalamnya yang sama-sama menjaga rasa saling percaya itu.


