Buying and selling Saham Tertokenisasi jadi game-changer di period fashionable funding. Kini kamu juga bisa beli jual saham saat weekend, 24 jam sehari, 7 hari seminggu, atau sepanjang waktu tanpa henti. Keren banget kan, mau tau gimana caranya?
Baru jalan 4 bulan, tahun 2026 menjadi tahun terberat dalam perjalanan saya berinvestasi. Bagaimana tidak, sepanjang tahun ini saya sudah hilang uang lebih dari Rp50 juta dipasar saham Indonesia.


Nggak usah tanya gimana perasaannya… Mau ngapa-ngapain jadi nggak semangat.
Bukan nilai yang besar dibandingkan orang-orang yang, tapi bagi saja, nilai tersebut besar dan menjadi trauma tersendiri.
Kerugian ini bukan saya saja yang merasakan, tetapi juga investor saham lainnya. Tidak sedikit saya lihat di forum-forum orang curhat loss ada yang ratusan juta hingga miliyaran.
Bagaimana tidak, IHSG secara 12 months to Date sudah turun -14% pada tahun ini. Padahal IHSG sempat mencetak rekor sejarah di stage 9.134 pada tanggal 20 Januari 2026.
Kenapa hal tersebut bisa terjadi?
Gonjang-ganjing dunia investasi: Indonesia dibekukan MSCI dan konflik geopolitik ditimur tengah
Dunia investasi saat ini tengah menghadapi badai ganda yang menekan stabilitas pasar modal Indonesia.
Di satu sisi, langkah MSCI yang membekukan sementara proses rebalancing dan penambahan saham baru ke dalam indeks globalnya sejak akhir Januari 2026 telah memicu ketidakpastian besar bagi investor institusi.
Kebijakan freeze ini didorong oleh sorotan terhadap transparansi information free float dan konsentrasi kepemilikan saham yang memberikan tekanan psikologis sekaligus menahan potensi aliran dana asing (influx) ke bursa domestik.
Meski OJK dan IDX tengah mengebut reformasi struktural untuk memenuhi standar investabilitas international pada Maret ini, sentimen negatif tersebut masih membayangi pergerakan harga saham-saham konglo dan blue chip.
Bayangin aja, kondisi ini diperparah oleh eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah yang memanas di awal Maret 2026.
Penutupan Selat Hormuz telah memicu kekhawatiran krisis energi international, yang membuat harga minyak dunia naik dan menekan nilai tukar Rupiah melampaui stage Rp16.800 per dolar AS. Bahkan sempat menyentuh ke harga Rp17.000 per dolar AS.
Coba tebak, indeks saham negara mana yang paling jelek performanya secara YTD tahun 2026 akibat situasi international saat ini?
Yapp.. benar, Indonesia merupakan negara dengan kinerja indeks saham terburuk di dunia saat artikel ini ditulis.
IHSG sudah turun -17% secara yr so far. Jika ditarik dari rekor tertingginya pada awal tahun ini, IHSG sudah longsor -21,87%.


Kombinasi maut antara hambatan teknis indeks international dan risiko sistemik perang menciptakan suasana risk-off yang kuat, di mana investor cenderung menarik aset mereka dari pasar berkembang (rising markets) menuju aset aman (secure haven).
Termasuk saya yang kini sudah cairkan semua aset investasi, baik di saham maupun reksa dana.
Situasi “gonjang-ganjing” ini menuntut para pelaku pasar untuk lebih disiplin dalam mengelola portofolio dan waspada terhadap volatilitas ekstrem yang mungkin terjadi selama masa transisi regulasi dan ketegangan international ini.
Apa yang harus dilakukan saat ini?
Bagi kamu yang terbiasa hanya berinvestasi di pasar lokal, situasi ini tentu menjadi alarm keras. Mengandalkan satu pasar domestik saja di tengah badai international sangat berisiko.
Yang jadi pertanyaannya, bagaimana cara kita menjaga portofolio tetap bertumbuh saat pasar saham Indonesia sedang “kebakaran”?
Jawabannya adalah lakukan diversifikasi aset international.
Buat yang baru tau istilah ini. Diversifikasi investasi adalah strategi manajemen risiko dengan menyebarkan modal ke berbagai instrumen (saham, obligasi, emas, properti) untuk meminimalkan kerugian jika satu aset turun, sekaligus mengoptimalkan potensi keuntungan.
Prinsip utamanya adalah “jangan menaruh semua telur dalam satu keranjang”. Pernah dengar, kan?
Kamu harus tau, selain pasar saham Indonesia, masih banyak potensi aset investasi lainnya. Sebut saja seperti obligasi, emas hingga saham luar negeri. Saham Amerika salah satu tempat diversifikasi investasi yang wajib kamu miliki.
Karena ada banyak pilihan saham Amerika high seperti Google, Apple, Microsoft, AMD, hingga NVIDIA. Fund besar saja banyak banget yang bikin ETF saham demi mengincar keuntungan yang stabil. Terbukti, di tengah konflik Timteng saham-saham Amerika cenderung stabil dan tidak goyah.
Namun sayangnya, keterbatasan akses pada bursa saham luar negeri seringkali menjadi penghalang bagi kita untuk menyelamatkan portofolio saat pasar domestik sedang tertekan.
Apalagi harus set up aplikasi baru, daftar akun baru dan lakukan KYC lagi yang ribet dan lama prosesnya.
Namun, tahukah kamu bahwa di tahun 2026 ini, teknologi blockchain telah melahirkan inovasi yang bernama Saham Tertokenisasi. Semua orang kini bisa investasi saham US dari mana aja dan kapan aja.
Mengenal Saham Tertokenisasi: Keuntungan dan perbedaannya dengan saham tradisional
Kabar baik untuk pencinta aset pada Blockchain, Saham tertokenisasi (tokenized shares) hadir sebagai salah satu inovasi terbesar dalam dunia keuangan yang menggabungkan pasar modal tradisional dengan teknologi blockchain.
Secara sederhana, ini adalah representasi digital dari saham perusahaan yang diterbitkan dalam bentuk token di atas jaringan blockchain.
Apa Itu Saham Tertokenisasi?
Jika saham tradisional dicatat dalam sistem pusat (seperti KSEI di Indonesia), saham tertokenisasi (atau tokenized shares) adalah aset digital yang dibuat untuk mewakili kepemilikan saham di sebuah perusahaan secara tidak langsung. Melalui proses ini, saham tradisional “dibungkus” ke dalam bentuk token digital menggunakan teknologi blockchain.
Secara teknis, ini bukan berarti saham itu sendiri pindah ke blockchain, melainkan ada aset digital yang nilainya dipatok (pegged) 1:1 dengan harga saham aslinya di pasar bursa (seperti NASDAQ atau NYSE).
Saham tertokenisasi merupakan salah satu instrumen Actual World Asset (RWA) yang sedang berkembang pesat. Asal tau aja, Indonesia berada di urutan kedua dengan 10,1% dalam hal minat terhadap RWA. Hal ini didorong dari kripto di Indonesia yang terus berkembang, terutama di kalangan investor ritel yang mencari diversifikasi aset.
Banyak rekor yang berhasil dipecahkan Saham Tertokenisasi hanya kurung dari 1 tahun, seperti kapasitas pasar yang terus meningkat hingga pertumbuhan tahunan yang mencapai ribuan persen.


Keuntungan Buying and selling Saham Tertokenisasi
Saham tertokenisasi merupakan aset finansial dengan banyak keunggulan dibandingkan dengan produk keuangan konvensional, di antaranya:


- Kepemilikan Fraksional (Fractional Possession). Ini adalah keunggulan utama. Kamu tidak perlu membeli satu lot penuh. Jika harga satu lembar saham perusahaan besar sangat mahal, kamu bisa membeli hanya “0,01” bagian dari saham tersebut. Ini membuat investasi lebih inklusif bagi yang punya modal kecil.
- Likuiditas dan Akses 24/7. Pasar saham tradisional tutup di akhir pekan dan hari libur. Saham tertokenisasi memungkinkan kamu menjual atau membeli aset kapan saja, bahkan di tengah malam atau hari Minggu, karena blockchain tidak pernah berhenti beroperasi, asik kan?
- Transparansi dan Keamanan Blockchain. Setiap transaksi tercatat dalam distributed ledger yang tidak dapat diubah (immutable). Ini memberikan tingkat transparansi yang tinggi mengenai riwayat kepemilikan dan distribusi aset, sekaligus mengurangi risiko manipulasi information sepihak.
- Efisiensi Operasional. Dengan sensible contract, proses seperti pembagian dividen atau pemungutan suara pemegang saham (voting) dapat dilakukan secara otomatis tanpa prosedur administrasi yang rumit dan panjang.
- Likuiditas World. Tokenisasi memungkinkan aset diperdagangkan di platform digital yang bisa diakses oleh siapa saja di seluruh dunia (tergantung regulasi lokal). Hal ini meningkatkan potensi jumlah pembeli dan penjual, yang secara teori dapat meningkatkan likuiditas aset tersebut.
- Transaksi Lebih Cepat dan Efisien. Proses penyelesaian (settlement) pada saham tradisional biasanya memakan waktu T+2 (dua hari kerja di bursa Indonesia). Dengan teknologi blockchain, verifikasi kepemilikan terjadi hampir seketika. Selain itu, biaya administrasi seringkali lebih rendah karena berkurangnya peran perantara (middlemen) tradisional.
Gimana, banyak banget keuntungan saham tertokenisasi ini, kan?
Saham Tertokenisasi merupakan sport changer di period investasi fashionable, di mana saham tradisional Dikonversi menjadi token digital di atas jaringan blockchain
Buat yang masih bingung, bisa lihat perbendaan antara buying and selling saham tertokenisasi dan saham konvesional pada gambar di bawah ini.


Setelah panjang lebar saya menjelaskan bagaimana kerennya saham tertokenisasi sebagi aset digital kekinian, tentu kamu bertanya-tanya “bagaimana sih caranya investasi di aset saham tertokenisasi?”
Meskipun barang baru, buying and selling saham tertokenisasi sudah berkembang pesat diberbagai belahan dunia melalui platform aplikasi kripto. Padahal, aset investasi jenis tokenized shares baru aja debut di 2026 setelah pertama kali konsepnya diperkenalkan pada tahun 2017.
Di Indonesia sendiri saham tertokenisasi benar-benar istilah baru yang belum banyak diketahui orang. Literasi akan tokenized shares juga belum tersedia banyak diinternet dalam bahas Indonesia.
Namun ada satu platform kripto terkemuka yang melaupaui batas-batas baru dalam dunia invesasi fashionable, yaitu aplikasi Pintu. Pintu satu-satunya platform kripto authorized yang punya produk buying and selling saham tertokenisasi.
Pintu: Aplikasi Investasi dan Buying and selling Saham Tertokenisasi
Bukan lagi sekadar aplikasi kripto biasa, Pintu kini bertransformasi menjadi aplikasi investasi dan buying and selling saham tertokenisasi yang menjembatani investor lokal dengan pasar modal international secara authorized dan praktis.
Melalui Pintu, hambatan geografis dan modal besar bukan lagi masalah. Platform ini dirancang untuk memudahkan siapa saja, mulai dari mahasiswa hingga profesional untuk mulai membangun portofolio pada aset international dalam satu aplikasi yang sudah sangat dikenal keamanannya di ekosistem kripto Indonesia.
Inovasi saham tertokenisasi (tokenized shares) menurut saya menjadi salah satu fitur paling menarik karena menjembatani dunia keuangan tradisional (TradFi) dengan teknologi blockchain.
Pintu kini semakin memperluas jangkauan layanannya dengan menghadirkan fitur investasi Saham AS Tertokenisasi. Ini menjadi pilihan menarik bagi investor yang ingin merambah pasar international dengan modal yang lebih terjangkau.
Aplikasi pintu merupakan pelopor saham tertokenisasi di indonesia
Pintu sebagai pioner aplikasi blockchain menjadi satu-satunya aplikasi kripto authorized di Indonesia yang menghadirkan produk saham tertokenisasi pertama di Indonesia.
Saham US tertokenisasi yang ada saat ini merupakan hasil dari xStock dan Ondo Finance.
xStocks adalah fitur dari bursa kripto Kraken yang berfungsi sebagai jembatan langsung bagi investor ritel untuk membeli saham perusahaan publik menggunakan teknologi blockchain. Sedangkan Ondo Finance memiliki peran yang lebih elementary sebagai Protokol Infrastruktur RWA (Actual World Belongings). Mereka tidak hanya sekadar toko saham, melainkan pencipta instrumen keuangan yang membawa aset institusional ke atas rantai (on-chain).
Aplikasi Pintu menyediakan lebih dari 40+ saham tertokenisasi untuk saat ini dan terpantau terus bertambah setiap bulannya. Ada banyak saham-saham ternama Amerika yang tersedia dalam bentuk token.


Pintu adalah aplikasi investasi dan buying and selling saham tertokenisasi yang memudahkan saya tetap cuan meski kondisi pasar domestik sedang terombang-ambing oleh sentimen international.
Mau tau bagaimana perjalanan saya buying and selling saham tertokenisasi di aplikasi Pintu?
Pengalaman Buying and selling Saham Tertokenisasi di aplikasi Pintu
Sebagai salah satu dealer yang bonyok dan rungkad di pasar saham awal tahun ini, tentu mencoba aset investasi lain adalah jalan ninja saya dalam melakukan diversifikasi aset.
Oleh karena itu, saya akan menjajal langsung bagaimana mudahnya buying and selling saham tertokenisasi di aplikasi Pintu.
Bagi kamu yang penasaran bagaimana rasanya menjajal pertama kali Pintu, saya akan langsung assessment, mulai dari pengisian KYC, cara high up dana dan buying and selling saham tertokenisasi di Pintu.
Oh ya, sebelum kamu lanjut baca assessment ini, pastikan kamu sudah punya akun Pintu. Kamu bisa baca artikel saya tentang cara daftar akun Pintu. Agar kamu mudah mengikuti tutorial yang saya berikan.
Kamu bisa obtain dulu aplikasinya di HP kamu dengan ketuk hyperlink di bawah ini
Cara High Up Dana ke aplikasi Pintu
Setelah login pertama kali, kamu bisa langsung isi saldo dengan cara deposit ke dompet Pintu kamu. Nominal high up tidak ditentukan, kamu bebas mau isi berapa aja.
Sebagai contoh, saya akan coba deposit ke aplikasi Pintu dengan metode pembayaran QRIS sebanyak Rp250.000. Langkah-langkahnya bisa kamu lihat seperti pada gambar di bawah ini.


Oke, sudah terisi saldo, mari kita mulai buying and selling saham tertokenisasi!
Cara Buying and selling Saham Tertokenisasi di Pintu
Nah, bagaimana seru banget kan buying and selling saham tertokenisasi di aplikasi Pintu?
Transaksi saham tokenisasi di atas bukan satu-satunya yang saya lakukan. Saya mencoba teknik DCA dalam membeli saham NVDAX.
Selama sebulan terakhir setiap hari Sabtu saya lakukan pembelian dengan menggunakan fitur favorit saya di aplikasi Pintu, yaitu “Auto DCA”. Fitur ini memungkinkan saya untuk melakukan beli saham NVDAX secara berkala setiap hari Sabtu. Kamu bisa lihat gambar di bawah ini.


Hasil investasi rutin di saham tertokenisasi sangat memuaskan menurut saya. Harga saham nvidia tergolong stabil dan mengalami kenaikan yang signifikan pada nilai portofolio saya. Kamu bisa lihat gambar grafik sebulan hasil investasi saya di NVDAX di bawah ini.


Ya, kamu gak salah baca… Saya set pembelian di hari Sabtu. Karena seperti yang telah saya sampaikan di atas, saham tertokenisasi tidak punya jam perdagangan, all the time open 24 jam.
Selain saham tertokenisasi, kamu juga bisa beli emas dalam bentuk token PAXG di aplikasi Pintu. Harga paxg mengikuti harga emas dunia. Setiap token didukung oleh satu troy ounce (t oz) dari emas batangan London Good Supply 400 oz, yang disimpan di brankas Brink.
Mengenal PINTU dan Alasan Memilih PINTU sebagai Aplikasi untuk Buying and selling Saham Tertokenisasi
Sebagai salah satu pengguna lama yang sudah menggunakan aplikasi PINTU selama 5 tahun untuk buying and selling kripto, bisa saya simpulkan bahwa PINTU merupakan aplikasi crypto aman terbaik di Indonesia dan diakui secara legalitas oleh pemerintah Indonesia.
Sedikit saya cerita tentang PINTU, PINTU adalah perusahaan teknologi blockchain terkemuka di Indonesia yang berdiri sejak tahun 2019 berbadan hukum PT Pintu Kemana Saja (PINTU) dan mulai diluncurkan ke publik sebagai aplikasi perdagangan kripto pada 1 April 2020.


PINTU sendiri merupakan perusahaan crypto pertama di Indonesia yang mendapatkan surat persetujuan sebagai Pedagang Fisik Aset Kripto (PFAK). Keputusan ini tertuang di dalam surat Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) Nomor 01/BAPPEBTI/PFAK/08/2024.
Aplikasi Pintu sendiri sudah menyandang standing sebagai “all-in-one crypto app” di Indonesia.
Bagaimana tidak, ada banyak fitur dan kemudahan yang diberikan oleh PINTU untuk penggunanya. Bahkan untuk pemula sekalipun menurut saya akan sangat mudah menggunakan aplikasi PINTU.
Menurut saya ada beberapa alasan kenapa aplikasi PINTU cocok untuk kamu gunakan sebagai platform transaksi kripto.
1. Tampilan aplikasi yang mudah digunakan
Aplikasi PINTU memang terkenal punya desain yang bagus dan person expertise yang baik untuk penggunanya. Dengan mudahnya buying and selling kripto di aplikasi PINTU, maka tidak heran saat ini aplikasi PINTU telah diunduh lebih dari 9 juta kali.
2. PINTU merupakan all-in-one crypto app dengan segudang produk dan fitur menarik
Seperti yang sudah saya bilang sebelumnya, PINTU adalah all-in-one crypto app karena ada banyak jenis peradangan kripto dan fitur yang di tawarkan.
Fitur yang populer dari PINTU adalah Pintu (untuk investor), Pintu Professional (untuk dealer), Web3 Pockets, punya tampilan versi desktop, PTU Staking, Nabung Rutin (DCA), Pintu Earn, Academy sebagai sarana edukasi dan masih banyak lagi yang bisa kamu discover sendiri saat menggunakan aplikasi PINTU. Terbaru sekarang ada fitur Saham Tertokenisasi.
3. Memperdagankan lebih dari 320 aset kripto dan akan terus bertambah
Sebagai aplikasi buying and selling kripto terkemuka di Indonesia, Pintu sudah dilengkapi dengan lebih dari 320 aset kripto yang bisa kamu perdagangkan, baik untuk investasi maupun buying and selling.
Ada banyak kategori kripto yang diperdaganakan, seperti aset Layer-1 (Bitcoin, Ethereum, XRP, Tether, BNB), aset Layer-2 (Arbitrum, Mantle, Optimism, Immutable, Starnet), aset DeFi (Uniswap, AAVE, Stacks, Ethena, Thera Community), aset NFT/Gaming (Gala, The Sandbox, Beam, Circulate, Axie Infinity), aset CEX (BNB, Mantle, GMX, Pintu Token), dan masih banyak aset kripto lainnya.
4. Aplikasi authorized yang terdaftar dan diawasi
PINTU adalah aplikasi kripto authorized di Indonesia yang terdaftar dan diawasi oleh BAPPEBTI, Central Finansial X (CFX) dan Kriling Komoditi Indonesia. Keputusan ini tertuang di dalam surat Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) Nomor 01/BAPPEBTI/PFAK/08/2024.
5. Punya keamanan berlapis
Soal keamanan Pintu Nomor 1 karena sudah mengantongi sertifikat ISO 27001 yang merupakan standar internasional yang mengatur Sistem Manajemen Keamanan Informasi (SMKI), ISO 27017 (cloud safety), dan ISO 27018 (cloud privateness).
Aset kamu juga aman karena disimpan utuh di Fireblocks, kustodian kelas dunia.
Dari sisi aplikasi juga punya keamanan berlapis dengan Autentikasi 2 Faktor Google Authenticator dan Akses Biometrik. Cakep bener!
6. Buying and selling kripto mulai dari Rp11.000
Buying and selling kripto gak butuh modal besar loh. Kamu bisa mulai buying and selling kripto di aplikasi PINTU hanya dengan modal Rp11.000 aja.
Dengan begini kamu bisa nyicil sedikit demi sedikit aset kripto yang juga bisa didukung dengan fitur nabung rutin biar kamu gak kelupaan.
7. Layanan CS 24 jam yang responsif
Assist sistem berupa costumer service (CS) tersedia salama 24 jam 7 hari. Saat kamu mengalami kendala dalam penggunaan aplikasi, bisa langsung hubungi CS pada menu Akun > Pusat Bantuan.
8. Academy, edukasi kripto kelas dunia
Masih awam dalam dunia kripto? Kamu bisa belajar kripto dari A-Z pada menu Academy pada aplikasi PINTU. Academy Pintu menawarkan edukasi kripto dalam bentuk artikel dan video. Ada juga kelas-kelas yang bisa kamu ikuti sesuai dengan pengetahuan kamu di kripto, mulai dari pemula, mengenah hingga kelas untuk yang sudah ahli.
Hebatnya lagi, semua materi di Academy bisa kamu pelajari secara free of charge.
9. Punya komunitas yang strong dan suka berbagi ilmu
Agar ilmu kripto kamu terus meningkat, kamu juga bisa berbagi pengalaman dan mendapatkan perception baru dengan menjadi bagian dari komunitas Pintu yang tersedia di Telegram dan Discord.
10. Banyak promo berlimpah yang bikin tambah cuan
Buat kamu penggemar promo menarik, Pintu selalu menyediakannya untuk kamu.
Promo Pintu bervariasi, mulai dari adakan kompetisi buying and selling, buat misi berhadiah hingga hadiah menarik buat yang suka share PnL di sosial media.
Jadi pastikan kamu comply with semua sosial media Pintu agar tak ketinggalan promo terbaru.
Dengan segudang alasan di atas, saya rasa tidak ada lagi keraguan untuk menggunakan aplikasi PINTU sebagai platform kripto favorit kita semua untuk maksimalkan cuan dengan buying and selling saham tertokenisasi secara mudah dan aman.
Ayo jemput peluang baru kamu di tahun 2026 dengan mulai investasi saham US di Pintu untuk mendapatkan cuan maskimal di tengah ketidakpastian ekonomi international!
Sekian artikel kali ini, semoga bermanfaat!
Jika kamu punya pertanyaan atau mau berbagi
Referensi:
- Pintu. Pintu: All-in-One Crypto App. Diakses tanggal: 7 Maret 2026
- Pintu Kemana Saja. Kini 8 Saham AS Tertokenisasi dari xStocks Telah Hadir di Pintu!. Diakses tanggal: 7 Maret 2026
- Kezia Marcellova. Saham Tertokenisasi Capai $1,2 Miliar, Minat Institusi Terus Meningkat?. Diakses tanggal: 7 Maret 2026
- xStocks. Diakses tanggal: 7 Maret 2026
- Shania dan Ryan Yoon. Peta Pasar Tokenisasi Saham: Bagaimana Tokenisasi Saham Mengubah Lanskap Keuangan World. Diakses tanggal: 7 Maret 2026
- Parluhutan Situmorang. IHSG BEI Ambruk 17,46% Ytd, Jadi Indeks Saham Terburuk di Dunia. Diakses tanggal: 15 Maret 2026
- Anisa Giovanny. Indonesia Peringkat Dua Dunia dalam Minat RWA Kripto!. Diakses tanggal: 15 Maret 2026
- Trio Hamdani. Pintu Catat Lonjakan Buying and selling Tokenisasi, Saham Teknologi Mendominasi. Diakses tanggal: 15 Maret 2026


