“Kirimkan saja proposalnya by way of electronic mail, nanti kami kabari lagi.”
Kalimat itu terdengar biasa saat matahari masih tinggi. Tapi pukul dua pagi, ketika layar laptop computer membeku dan kipas berdengung seperti mesin tua, kata-kata itu terasa seperti hantaman.
Malam itu saya tidak kalah karena ide buruk, tapi karena perangkat yang menyerah di saat genting.
Saya mencari nafkah dengan menulis, tapi pernah merasa ingin berhenti bukan karena kehabisan ide, melainkan karena perangkat kerja saya justru menyedot energi setiap kali mulai.
Menjadi seorang content material creator, digital marketer, fotografer, sekaligus blogger, saya menjalani hari-hari dengan tugas yang padat dan beragam. Dalam sehari, saya menulis konten panjang, menyunting naskah, membuat desain untuk media sosial, hingga mengedit video promosi. Kadang di tengah semuanya, saya juga perlu membimbing sesi mentoring secara daring. Aktivitas seperti ini menuntut ruang kerja yang rapi, perangkat yang cepat, serta layar lega yang tidak melelahkan mata.
Namun realitas di meja kerja saya seperti ruang darurat. Penuh kabel, layar kecil, dan ritme kerja yang terus terganggu. Padahal tuntutan pekerjaan terus berjalan.
Bukan Sekadar Ganti Perangkat

Sejak malam itu, saya mulai melakukan “audit energi” kecil-kecilan. Setiap hari saya duduk dengan posisi yang sama, tapi bahu saya terasa menegang karena layar laptop computer yang terlalu rendah memaksa saya terus menunduk. Laptop computer sempit, meja sempit, dan kabel pendek yang membatasi gerak, akhirnya meja makin sumpek.
Monitor laptop computer yang kadang bergaris nyala kadang tidak. Tumpukan alat tambahan seperti dongle dan harddisk yang saling bertabrakan di atas permukaan meja. Gangguan-gangguan kecil itu perlahan tumbuh dan akhirnya terasa besar. Lelah itu ternyata bisa datang dari hal remeh. Kabel. Sudut layar dan suara kipas.
Tiba-tiba saya teringat prinsip dasar Feng Shui. Energi rezeki (Qi) tidak akan bisa mengalir di saluran yang kotor dan tersumbat. Meja yang kacau ini ternyata adalah sumbatan terbesar dalam karir saya. Tumpukan kabel ruwet dan elektronik yang panas berlebih memancarkan energi negatif (Sha Chi) yang memblokir kreativitas. Pantas saja saya sering merasa lelah sebelum bekerja.
Ruang kerja bukan sekadar tempat bekerja, tapi wadah energi yang bisa memperlancar atau justru menyumbat rezeki. Gangguan itu tidak muncul tiba-tiba, melainkan perlahan, dalam diam, mengikis antusiasme berkarya sedikit demi sedikit.
Bukan Sekadar Ganti Perangkat, tapi Menyelaraskan Energi
Setelah malam panjang yang membuat saya hanya duduk tanpa menyentuh apa pun, saya tidak langsung membeli perangkat baru. Saya membiarkan kamar tetap hening, memberi jeda untuk diri sendiri agar bisa benar-benar memahami apa yang sebenarnya salah.
Selama bertahun-tahun, saya selalu memilih laptop computer dengan prosesor cepat, mengira performa tinggi adalah kunci untuk meringankan beban kerja. Namun perlahan saya menyadari, laptop computer lama saya justru terlalu dominan dengan unsur Api. Panas berlebihan, kipas yang bising, dan ritme kerja yang memicu ketegangan emosi.

Yang saya butuhkan ternyata adalah keseimbangan. Ada unsur Logam yang menghadirkan struktur dan ketegasan. Unsur Air yang tenang, mengalir, dan mendukung komunikasi. Saya membayangkan meja yang rapi, tanpa kabel menjuntai seperti benang kusut. Perangkat yang kokoh dan stabil, yang tak membuat saya cemas saat membuka aplikasi penting.
Sempat terpikir untuk menambah monitor atau membeli docking station. Tapi semakin banyak yang saya tambahkan, meja justru terasa semakin sempit. Saat itulah saya benar-benar memahami bahwa prinsip Feng Shui bukan tentang menambah benda, melainkan mengurangi hambatan agar energi bisa mengalir dengan bebas.
ASUS V400, Perangkat yang Menyatu dengan Alur Kerja dan Energi

Setelah riset panjang dan menimbang berbagai opsi, saya menemukan ASUS All-in-One PC V400 Collection, perangkat yang sejak awal terasa klik sewaktu melihat speknya di ASUS On-line Retailer, seolah memang dirancang untuk meja saya.
Desain All-in-One-nya langsung memberi kesan lega. Tidak ada CPU besar di lantai, tidak ada kabel menjuntai yang perlu diikat dengan perekat. Hanya satu perangkat ramping, bersih, dan berdiri anggun di atas meja. Penyangganya dirancang kokoh namun tetap terlihat ringan. Desainnya memberi ruang di bawah layar yang tidak hanya mempercantik meja, tapi juga menciptakan kesan lega dan teratur.
Dalam prinsip Feng Shui, ruang kosong (damaging house) seperti ini bukan sekadar estetika, tapi menjadi tempat berkumpulnya energi baik (Qi).


Saya membayangkan meja kerja saya tidak lagi seperti ruang darurat yang penuh perangkat tambahan. Dengan bodi monitor setipis 36,5 milimeter, ASUS V400 menghadirkan kesan ringan dan fashionable. Ketipisan ini bukan hanya sekadar angka, tapi hadir dalam bentuk visible yang memberi kelegaan secara nyata di meja kerja saya.
Ternyata, perangkat ini tidak hanya menyatu dengan meja kerja saya secara fisik. Ia juga mengubah hubungan saya dengan ruang itu sendiri.
Meja Baru, Energi Baru
Ruang kerja yang tenang bisa menciptakan dampak yang jauh lebih besar dari sekadar efisiensi. Setelah membayangkan meja tanpa gangguan, saya menyadari bahwa energi baru bisa muncul dari perubahan paling sederhana.
Meja yang bersih mengubah segalanya. Meja bersih memberi ruang gerak, pandangan lega, dan fokus menyeluruh. Saat itulah saya mulai mengerti bahwa produktivitas tidak selalu soal bekerja lebih keras, tapi soal bekerja di ruang yang berpihak pada tubuh dan pikiran.

ASUS V400 datang bukan sebagai tambahan perangkat, tapi sebagai penyederhana ruang. Semua fungsi utama komputer hadir dalam satu desain ramping. Tidak ada CPU terpisah. Tidak ada kabel berlapis. Tidak ada alat yang menutupi permukaan meja.
Kini, bukan saya yang harus menyesuaikan diri dengan alat, tetapi alat yang mendukung cara saya bekerja. Mengalirkan energi yang mendukung, bukan menghambat. Dan dalam banyak filosofi ruang seperti Feng Shui, kesederhanaan inilah yang justru memberi ruang bagi fokus untuk tumbuh.
Layar yang Lega, Akhirnya Saya Bisa Bernapas di Meja Kerja

Setelah meja terasa lebih tenang, perhatian saya mulai berpindah ke satu hal yang selama ini jarang diperhatikan, yaitu layar. Hampir seluruh aktivitas kerja terjadi di sana. Mengetik, menyunting, menonton, dan merancang semuanya berlangsung dalam satu bidang yang sama. Layar menjadi pusat perhatian setiap hari, tempat di mana pikiran dan ide bergerak bebas.
Saya terbiasa menggunakan layar laptop computer berukuran kecil. Mengetik terasa sempit. Mengedit gambar harus dilakukan dengan memperbesar tampilan secara berulang. Lembar kerja terlihat padat. Mata mudah lelah bahkan sebelum pekerjaan benar-benar dimulai.
Kemudian saya melihat layar dari ASUS V400 dan mulai membayangkan kemungkinan baru dalam cara saya bekerja.
Meja yang bersih percuma jika pandangan mata tetap terasa sempit dan melelahkan. Saya butuh “jendela” yang luas untuk melihat ide dengan jernih.

ASUS V400 menjawabnya dengan pilihan layar 24 atau 27 inci yang lega, dengan resolusi Full HD (1920 × 1080). Dukungan warna 100% sRGB membuat visible terasa hidup, seolah menghapus batasan antara layar dan kenyataan.
Teknologi panelnya menggunakan stage IPS dengan sudut pandang luas 178 derajat. Artinya, warna tetap akurat meski saya tidak duduk tegak lurus di depan layar.
Tingkat akurasi warnanya didukung oleh cakupan 100% sRGB, membuat warna terlihat konsisten. Ditambah lagi dengan teknologi eksklusif ASUS Splendid, setiap gambar yang ditampilkan terasa lebih hidup, pure, dan sesuai dengan aslinya. Bagi seorang kreator, ini adalah jaminan mutu. Saya bisa membuka dua jendela aplikasi secara berdampingan tanpa merasa sempit. Saat mengedit video, timeline terlihat lebih jelas dan panjang. Dokumen naskah yang panjang bisa saya baca tanpa harus terus menggeser layar ke bawah.
Semua itu didukung oleh refresh fee 75Hz, warna akurat, dan layar besar membuat saya bisa bekerja tanpa gangguan visible. Ditambah sertifikasi TÜV Rheinland, mata saya terlindungi dari paparan sinar biru. Hasilnya, saya bisa bekerja lebih tenang, pikiran jernih.
Stabil dan Tangguh Tanpa Cemas
Ingat laptop computer lama saya yang sering macet karena kepanasan? Dalam teori elemen, itu simbol api yang meledak-ledak dan membakar kesabaran. Saya sendiri kadang geli kalau mengingat betapa saya dulu bertahan dengan layar 13 inci sambil pasang kipas angin di samping laptop computer, seolah itu solusi.
Aktivitas harian saya jarang berjalan satu jalur. Pagi saya bisa menulis konten weblog sepanjang lima halaman. Siangnya membuat materi presentasi untuk klien, lalu sore hingga malam menyunting video atau menyusun konten visible untuk media sosial. Saat waktu rapat datang, semua aplikasi harus berjalan bersamaan.
Multitasking bukan pilihan tambahan, tapi sudah jadi bagian dari ritme kerja. Namun laptop computer lama saya tidak pernah sanggup mengikuti. File besar membuat sistem melambat, kipas berisik muncul saat dibutuhkan ketenangan. Ketika saya mencoba membuka aplikasi sambil assembly, semua terasa tidak sinkron. ASUS V400 memberi saya kelegaan. Performanya stabil, tenang, dan tidak pernah membuat saya ragu membuka aplikasi berat di saat penting.

Saya butuh elemen yang dingin dan stabil. Siapa sangka, ketenangan itu hadir berkat Intel® Core™ i7 Generasi ke-13 yang tertanam di dalamnya. Performanya kencang tapi tetap “dingin”, membuat saya bisa bekerja tanpa drama kipas yang melengking.
Saya mencoba membayangkan skenario kerja saya di tahun 2026 nanti. Pagi hari saya bisa membuka aplikasi desain berat. Siangnya rapat on-line sambil membuka puluhan halaman referensi.
Berkat memori RAM DDR5 yang ngebut (bisa improve hingga 64GB) dan penyimpanan SSD hingga 2TB, ASUS V400 mampu menangani beban kerja berat dengan tenang. Saya bisa membuka banyak aplikasi sekaligus tanpa rasa cemas, tanpa harus menutup satu untuk membuka yang lain. Bahkan saat membuka file besar menjelang tenggat, tidak ada lagi rasa panik. Semuanya berjalan lancar.
Saya bisa multitasking dengan tenang. Tidak ada lagi kipas melengking atau jendela yang membuat sistem macet. Yang saya temukan justru ketenangan dan kestabilan, dua hal yang selama ini selalu saya cari dalam perangkat kerja.
Terhubung Penuh Tanpa Repot
Salah satu prinsip rezeki adalah kelancaran aliran. Gangguan dalam bekerja sering kali datang dari hal kecil yang menyumbat aliran tersebut seperti kabel yang tertukar, port yang kurang, atau dongle yang hilang.
Saya pernah kehilangan fokus hanya karena harus mencari converter tambahan untuk menghubungkan penyimpanan eksternal. Pernah juga terpaksa mencabut mouse demi mencolokkan flash drive karena port laptop computer lama tidak mencukupi. Rasanya seperti terus berada dalam siklus solusi sementara yang melelahkan.
Saat mengenal ASUS V400, hal pertama yang menarik perhatian saya adalah kelengkapan konektivitasnya. Tidak ada lagi kompromi. Semua tersedia langsung dalam satu perangkat yang rapi, bersih, dan menyatu di belakang layar.

Di ASUS V400, tidak ada lagi hambatan kecil yang menyumbat aliran kerja. Semua konektivitas tersedia tanpa dongle tambahan. Kelengkapan konektivitasnya mulai dari USB Kind-C hingga HDMI-in untuk memastikan information dan rezeki mengalir lancar tanpa hambatan adaptor tambahan.
Bayangkan betapa praktisnya menyambungkan laptop computer kantor, pill, atau konsol recreation ke layar luas ini. Satu perangkat untuk berbagai kebutuhan. Inilah efisiensi ruang yang sebenarnya.
Koneksi internetnya pun tidak main-main. Dengan teknologi Wi-Fi 6E, ASUS V400 menghadirkan kecepatan tinggi dan stabilitas maksimal. Rapat daring jadi lebih lancar, unggah file besar terasa lebih tenang, dan streaming referensi berjalan tanpa hambatan.
Suara Jelas, Ide Tersampaikan
Di tengah pekerjaan yang kini banyak dilakukan secara on-line, saya mulai menyadari satu hal penting mengenai kualitas suara menentukan apakah pesan bisa tersampaikan utuh atau justru hilang di tengah gangguan.
Saya pernah mengalami rapat penting yang jadi kacau hanya karena suara saya terdengar putus-putus. Kadang ada gema yang mengganggu, kadang suara dari luar seperti kucing atau motor masuk ke mikrofon. Hal-hal kecil itu ternyata cukup untuk mengacaukan makna komunikasi.
Dalam sesi mentoring mingguan yang saya jalankan, suara bukan hanya soal komunikasi, tetapi juga soal kepercayaan diri. Bila suara terdengar putus, lawan bicara mudah kehilangan fokus atau salah menangkap pesan. ASUS V400 membantu saya berbicara lebih percaya diri, tanpa rasa cemas akan gangguan suara kecil yang bisa merusak suasana. Teknologi peredam bisingnya bekerja diam-diam, namun pengaruhnya terasa besar dalam menjaga alur diskusi tetap nyaman dan utuh.

Saat mengenal ASUS V400, perhatian saya langsung tertuju pada fitur audionya. Perangkat ini dilengkapi teknologi Two-Approach AI Noise-Canceling, yang mampu meredam suara bising dari dua arah. Bukan hanya suara saya yang jadi lebih bersih, tapi juga suara lawan bicara yang mungkin berada di tempat ramai. Percakapan pun jadi lebih jernih, tenang, dan tidak melelahkan.
Kualitas suara juga ditopang oleh speaker Bass-Reflex yang bertenaga. Ditambah teknologi SonicMaster dan Dolby Atmos, keluaran audionya terdengar bulat, element, dan imersif. Saat mendengarkan musik, menonton movie, atau presentasi klien, saya tidak perlu mengulang kalimat atau menebak-nebak makna. Semua terdengar sebagaimana mestinya.
Fitur Keamanan dan AI ASUS V400: Bekerja dengan Tenang, Information Tetap Aman
Selama ini, saya terbiasa hidup berdampingan dengan kekhawatiran-kekhawatiran kecil. Menyimpan file berulang kali, memindahkan dokumen penting ke flash drive cadangan, atau menahan napas saat aplikasi tiba-tiba berhenti merespons. Sekilas terlihat sepele, namun perlahan mencuri ketenangan dan fokus.
Bukan sekadar alat bantu, ASUS V400 hadir sebagai kurator ruang yang memberdayakan alur kerja saya. Komputer ini tidak mengumbar janji berlebihan, tetapi memberi perlindungan nyata yang bekerja senyap di latar belakang.

Ada TPM 2.0 untuk keamanan information, dan kamera dengan penutup fisik (privateness shutter) untuk menjaga privasi.
Lebih canggih lagi, ada fitur ASUS AiSense dengan deteksi kehadiran (Person Presence Detection). Komputer otomatis terkunci saat saya menjauh, dan menyala kembali saat saya mendekat.
Yang membuat lebih tenang lagi, ASUS menyediakan garansi On-Website Service selama dua tahun, teknisi akan datang langsung ke rumah. Ditambah dengan Unintentional Injury Safety (ADP) untuk kerusakan tak terduga. Rasa aman seperti ini membebaskan pikiran dari rasa takut, dan ketika rasa takut hilang, kreativitas bisa tumbuh tanpa beban. Saya pun bisa bekerja lebih utuh, tanpa waswas.
Ritme Seimbang, Pikiran Lebih Terjaga
Hidup yang baik adalah tentang menjaga keseimbangan. Dalam Feng Shui, saya mengenal konsep Yin dan Yang. Kerja melambangkan energi Yang, sementara istirahat adalah Yin yang menenangkan. ASUS V400 memberi ruang bagi keseimbangan ini untuk tetap terjaga.
Sayangnya, laptop computer lama saya gagal melakukannya. Layar yang kecil dan suara cempreng membuat saya enggan menggunakannya untuk hiburan. Akibatnya, saya cenderung terus bekerja tanpa jeda, hingga stres perlahan menumpuk seperti awan gelap di kepala.
Mungkin ini terdengar aneh. Tapi saya pernah batal nulis cuma karena kursi saya bunyi tiap saya geser. Dan saya baru sadar, ternyata gangguan sekecil itu bisa berdampak besar kalau datang di waktu yang salah.

Saya membayangkan jika ASUS V400 sudah hadir di meja sejak dulu, ritme harian saya pasti berbeda. Setelah bekerja, saya bisa mematikan lampu kamar, menyalakan movie favorit, dan membiarkan diri larut dalam cerita di layar yang lebar. Suaranya yang jernih dari speaker Bass-Reflex berpadu teknologi Dolby Atmos dan SonicMaster menghadirkan sensasi bioskop pribadi.
Transisi seperti ini penting. Dengan satu perangkat, saya tetap menjadi profesional yang fokus di siang hari, lalu di malam hari tetap bisa menikmati hiburan. Di sanalah keseimbangan hidup terjaga bukan hanya untuk produktivitas, tapi juga untuk kewarasan.
Entah ini sugesti atau bukan, tapi sejak ruang kerja rapi, saya jadi lebih mudah senang. Sedikit hal bisa bikin senyum.
Menata Ulang Ruang, Menata Ulang Harapan
Tulisan ini bukan sekadar soal perangkat elektronik. Semua bermula dari rasa lelah yang pernah saya alami secara private. Kegagalan kecil yang diam-diam mengguncang kepercayaan diri pada pukul dua pagi. Malam hari ketika arah terasa kabur, bukan karena kehilangan semangat, tetapi karena alat kerja tak lagi bisa diajak berjalan bersama.

Saya mencoba memejamkan mata dan mengingat kembali ruang kerja yang dulu terasa sesak. Kabel menjalar ke segala arah seperti akar liar. Suara kipas laptop computer mengganggu konsentrasi. Fokus mudah pecah hanya karena gangguan teknis yang terus datang tanpa henti. Kini, saya bisa membayangkan ruang yang lebih tenang, lebih lapang, dan lebih berpihak pada cara saya bekerja.
Di atas meja yang rapi dan bersih nanti, ASUS All-in-One PC V400 Collection akan berdiri sebagai pengingat. Bahwa saya pernah memutuskan untuk tidak lagi berkompromi. Bahwa ketenangan layak dijadikan pondasi utama bukan demi terlihat profesional, tapi demi menjaga tubuh dan pikiran tetap utuh.
Berhenti Berkompromi pada Kualitas Hidup

Saya tidak lagi mengejar produktivitas yang memaksa tubuh. Saya memilih ritme yang berkelanjutan, dengan batas kerja dan istirahat yang jelas. Perangkat kerja yang tepat membantu menjaga batas itu tetap jelas. Tanpa rasa bersalah. Tanpa kelelahan yang diam-diam menumpuk di punggung dan mata.
Saya sangat percaya bahwa rezeki datang dari arah yang ditentukan Tuhan, tapi sebagai manusia kita wajib menyiapkan wadah yang pantas. Itulah mengapa saya memilih ASUS V400 Collection, AiO PC terbaik untuk di rumah dan di tempat kerja, sebagai mitra untuk menjemput impian.

Ruang kerja yang mendukung bukan gaya hidup semata, tapi bentuk penghormatan pada proses kreatif dan kesehatan psychological.
Karena itu, saya memilih untuk tidak lagi berkompromi. Tidak lagi bertahan dengan perangkat yang justru menghalangi potensi. ASUS V400 adalah definisi dari The Most Aesthetic Workstation, perangkat yang tidak hanya cantik, tapi juga bertenaga.
Dan jika kamu adalah pekerja hybrid, pelajar, kreator digital, atau siapa pun yang merasa ruang kerja mulai terasa sempit, ASUS V400 bisa menjadi titik awal yang tepat untuk menghadirkan ketenangan dan kejernihan dalam keseharianmu.
Siap Memulai Tahun Baru dengan Ruang Kerja yang Lebih Tenang?
Saya paham tidak semua orang siap langsung merombak meja kerja keesokan pagi. Tapi jika kamu sudah lelah dengan kabel yang semrawut dan komputer yang sering lemot seperti yang pernah saya alami, mungkin ini saatnya mempertimbangkan ASUS V400.

ASUS All-in-One PC V400 tersedia dalam beberapa varian, termasuk ASUS V440 dan ASUS V470. Kamu bisa memilih sesuai dengan kebutuhan ruang, performa, dan ukuran layar yang paling pas untuk mendukung pekerjaan sehari-hari.
Informasi lengkap dan resmi tentang ASUS V400 bisa kamu temukan langsung di ASUS On-line Retailer. Perangkat ini juga tersedia di Shopee dan Tokopedia. Pilih platform yang paling kamu percaya dan nyaman digunakan, meskipun saya pribadi menyarankan membeli melalui situs resmi ASUS untuk pengalaman belanja yang lebih aman dan terjamin.
Biarkan Karya yang Bicara

Setelah bertahun-tahun menyesuaikan diri dengan perangkat yang terus membuat saya ragu, akhirnya saya menemukan sistem kerja yang benar-benar mendukung. ASUS V400 tidak hanya hadir sebagai alat, tetapi sebagai ruang tenang yang memberi saya kepercayaan diri untuk melangkah lebih fokus.
Sering kali, yang kita butuhkan hanyalah satu perubahan kecil. Mulai dari meja yang lebih rapi, suara kipas yang tidak lagi mengganggu, atau layar yang jernih. ASUS V400 menggabungkan semua itu menjadi satu perangkat yang menyatu dengan cara kita berpikir, bekerja, dan bermimpi.
Karena pada akhirnya, ruang kerja bukan sekadar tempat untuk menyelesaikan tugas, tapi tempat kita menjaga semangat tetap hidup. ASUS V400 bukan hanya perangkat kerja, melainkan teman seperjalanan menuju cara bekerja yang lebih tenang, jernih, dan selaras.
Speksifikasi ASUS V400 Collection
| Processor | Intel® Core™ i7-13620H ( 24MB Cache, 2.4 GHz as much as 4.9 GHz, 10 cores: 6 P-cores and 4 E-cores ) |
|---|---|
| Working System | Home windows 11 Residence Version 64 Bit |
| Workplace | Microsoft Workplace Residence 2024 + Microsoft 365 Primary |
| RAM | 16GB DDR5 SO-DIMM |
| Show | 23.8 inch, FHD (1920 x 1080) 16:9, Anti-glare show, Brightness 250nits, sRGB: 100%, Display-to-body ratio 93% |
| VGA | Intel UHD Graphics |
| Storage | 1TB PCIe® 4.0 NVMe™ M.2 SSD |
| Internet Cam | 1080p FHD digital camera with IR perform to help Home windows Hiya With privateness shutter |
| Networking | Wi-Fi 6E(802.11ax) (Twin band) 2*2 Bluetooth® 5.3 Wi-fi Card LAN Realtek RTL8111H 10/100/1000 Mbps |
| Audio | Constructed-in array microphone Constructed-in audio system |
| Aspect I/O Port | 1x Kensington lock 1x 3.5mm combo audio jack 1x USB 2.0 Kind-A |
| Again I/O Port | 1x DC-in 1x RJ45 Gigabit Ethernet 1x HDMI in 1.4 1x HDMI out 1.4 1x USB 3.2 Gen 1 Kind-C 3x USB 3.2 Gen 1 Kind-A |
| FREE | Wi-fi Keyboard + Wi-fi Optical Mouse |
| Garansi | Garansi Resmi Asus Indonesia 2 Tahun |
***
Artikel ini diikutsertakan pada Lomba Weblog “ASUS AiO V400, The Most Aesthetic Workstation!” yang diadakan oleh Travelerien


