Friday, August 29, 2025
spot_img

Waspada Serangga di Rumah: Lipan, Kelabang, & Ketonggeng


Rumah adalah tempat yang seharusnya memberikan rasa aman dan nyaman. Namun, ketika serangga seperti lipan, kelabang, atau ketonggeng muncul tiba-tiba, rasa tenang bisa langsung hilang. Bentuk tubuh mereka yang menyeramkan, pergerakan cepat, serta sengatan atau gigitan yang menyakitkan membuat banyak orang merasa khawatir.

Sebelum membahas lebih jauh tentang bahaya dan cara pencegahannya, penting untuk mengetahui perbedaan lipan dan kelabang yang sering dianggap sama, serta langkah tepat dalam cara mengusir ketonggeng agar rumah tetap aman dari ancaman serangga berbahaya ini.

Perbedaan Lipan dan Kelabang

Banyak orang mengira lipan dan kelabang adalah hewan yang sama. Padahal keduanya berbeda, baik dari bentuk tubuh, kebiasaan, maupun potensi bahayanya.

  • Lipan (centipede) memiliki tubuh pipih dengan banyak ruas. Setiap ruas tubuhnya dilengkapi satu pasang kaki. Warna tubuh lipan umumnya coklat kemerahan atau kekuningan. Lipan terkenal agresif dan memiliki racun pada gigitannya. Gigitan lipan bisa menimbulkan nyeri hebat, bengkak, bahkan demam ringan pada sebagian orang.
  • Kelabang (millipede), meskipun sekilas mirip, sebenarnya berbeda. Tubuhnya lebih tebal, silindris, dan berwarna gelap. Setiap ruas tubuh kelabang memiliki dua pasang kaki, sehingga tampak lebih padat. Berbeda dengan lipan, kelabang cenderung pasif dan sering menggulung tubuhnya ketika merasa terancam. Cairan yang dikeluarkan kelabang bisa menyebabkan iritasi ringan pada kulit, tapi tidak seberbahaya gigitan lipan.

Keduanya sama-sama menyukai tempat lembab seperti kamar mandi, gudang, atau tumpukan barang. Itu sebabnya, rumah yang jarang dibersihkan atau terlalu lembab sering menjadi sarang utama mereka.

Bahaya Lipan di Dalam Rumah

Lipan adalah predator alami serangga kecil lain, sehingga secara ekosistem sebenarnya bermanfaat. Namun, kehadirannya di rumah bisa menimbulkan masalah. Gigitan lipan terasa seperti tusukan jarum panas, menimbulkan rasa nyeri lama, bengkak, dan kemerahan. Pada anak-anak atau orang yang sensitif, reaksi bisa lebih parah, seperti demam atau alergi.

Jika menemukan lipan, hindari kontak langsung. Gunakan sapu, penjepit, atau sarung tangan tebal untuk menyingkirkannya. Jangan memukul dengan tangan kosong karena lipan bisa bergerak cepat dan membalas gigitan.

Bahaya Kelabang di Dalam Rumah

Kelabang tidak seagresif lipan, tetapi kehadirannya tetap meresahkan. Mereka cenderung menggulung tubuhnya menjadi bola ketika disentuh. Meski tidak berbisa mematikan, cairan yang keluar dari tubuhnya bisa menimbulkan iritasi kulit atau bau tidak sedap.

Kelabang juga bisa muncul berkelompok di space lembab. Jumlah yang banyak akan membuat rumah terasa kotor dan tidak higienis. Selain itu, bangkai kelabang bisa mengundang semut atau serangga lain.

Mengenal Ketonggeng Lebih Dekat

Selain lipan dan kelabang, ketonggeng atau kalajengking termasuk serangga yang paling ditakuti. Hewan ini memiliki dua capit besar di bagian depan dan ekor panjang melengkung ke atas dengan sengat beracun di ujungnya.

Ketonggeng biasanya hidup di luar rumah, terutama di bawah batu, tumpukan kayu, atau tanah gembur. Namun, mereka bisa masuk ke rumah melalui celah kecil ketika mencari tempat yang hangat atau gelap.

Sengatan ketonggeng menimbulkan rasa nyeri menusuk, bengkak, dan kemerahan. Pada sebagian orang, sengatan juga memicu gejala alergi seperti pusing, mual, hingga sesak napas. Karena itu, penting untuk memahami langkah pencegahan serta cara mengusir ketonggeng yang aman jika hewan ini sudah masuk ke rumah.

Mengapa Serangga Ini Bisa Masuk ke Rumah?

Ada beberapa alasan utama mengapa lipan, kelabang, maupun ketonggeng betah di dalam rumah:

  1. Kelembaban tinggi. Space lembab seperti kamar mandi, gudang, atau dapur sangat disukai.
  2. Celah dan retakan. Pintu, jendela, ventilasi, atau dinding yang retak jadi jalan masuk mereka.
  3. Lingkungan kotor. Tumpukan kayu, batu, atau sampah di halaman bisa jadi sarang alami.
  4. Mencari mangsa. Lipan dan ketonggeng adalah predator, sehingga jika ada banyak serangga kecil di rumah, mereka ikut masuk untuk berburu.

Cara Mencegah Lipan, Kelabang, dan Ketonggeng

Pencegahan lebih baik daripada harus panik menghadapi serangga berbahaya. Beberapa langkah sederhana bisa dilakukan untuk meminimalisir risiko:

1. Tutup Celah Rumah

Gunakan sealant atau karet pada pintu, jendela, dan ventilasi agar serangga tidak mudah masuk.

2. Jaga Kebersihan

Rajinlah menyapu, mengepel, dan membersihkan space lembab. Rumah bersih mengurangi kemungkinan serangga mencari persembunyian.

3. Kurangi Kelembaban

Gunakan exhaust fan atau buka ventilasi agar sirkulasi udara lebih baik. Rumah yang terlalu lembab akan lebih menarik bagi lipan dan kelabang.

4. Atur Halaman Rumah

Hindari menumpuk kayu, batu, atau daun kering di halaman. Space ini sering menjadi tempat bersembunyi ketonggeng.

5. Rutin Inspeksi

Periksa kamar mandi, gudang, dan space belakang rumah. Jika ada tanda keberadaan serangga, segera tangani sebelum jumlahnya bertambah.

Pertolongan Pertama Jika Tersengat

Jika tidak sengaja tergigit lipan atau disengat ketonggeng, berikut langkah yang bisa dilakukan:

  1. Cuci luka dengan air mengalir dan sabun.
  2. Kompres es untuk mengurangi nyeri dan bengkak.
  3. Minum obat pereda nyeri jika dibutuhkan.
  4. Segera ke fasilitas medis jika muncul gejala serius seperti sesak napas atau bengkak ekstrem.

Penutup

Lipan, kelabang, dan ketonggeng mungkin jarang muncul di rumah, tetapi sekali muncul, rasa panik sulit dihindari. Dengan memahami perbedaan lipan dan kelabang, mengenali karakteristik ketonggeng, serta menerapkan pencegahan yang tepat, kamu bisa menjaga rumah tetap aman dan nyaman. Dan jika serangga berbahaya ini sudah masuk, segera terapkan cara penanganan yang benar, termasuk cara mengusir ketonggeng dengan metode yang aman.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Latest Articles